Langsung ke konten utama

Edukasi Sejarah Sejak Dini, Siswa MIN 9 Langkat Bedah Peninggalan Kerajaan Hindu di Indonesia

Potret Siswa Kelas IV-A MIN 9 Langkat Belajar Mapel IPAS di Kelas, Senin (12/1/2026).

Langkat (Humas) - Senin, (12/1/2026). Siswa kelas IV-A MIN 9 Langkat tampak sangat bersemangat mengikuti mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) hari ini. Mereka berkumpul di dalam kelas untuk mempelajari materi tentang peninggalan sejarah kerajaan bercorak Hindu di Indonesia. Kegiatan belajar ini dirancang untuk memperkenalkan kekayaan budaya masa lalu kepada generasi muda sejak dini. Guru kelas memandu jalannya diskusi agar suasana belajar tetap interaktif dan menyenangkan bagi seluruh siswa. Pembelajaran ini menjadi salah satu agenda rutin dalam kurikulum untuk memperkuat wawasan kebangsaan para peserta didik.


Didampingi oleh guru kelas, Nurma Syafrida, S. Pd. I., para siswa mulai mengenal berbagai nama kerajaan besar di nusantara. Ibu Nurma menjelaskan dengan detail bagaimana pengaruh kebudayaan Hindu mulai masuk dan berkembang di tanah air. Beliau menggunakan media visual agar para siswa lebih mudah membayangkan kejayaan masa lalu tersebut. Setiap siswa diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai hal-hal yang membuat mereka merasa penasaran. Penjelasan yang runtut membuat materi yang cukup berat ini menjadi lebih mudah dipahami oleh anak-anak.


Dalam sesi tersebut, fokus utama pembahasan adalah mengenai peninggalan-peninggalan fisik yang masih ada hingga saat ini. Ibu Nurma menyebutkan beberapa contoh bangunan bersejarah seperti candi-candi megah yang tersebar di Pulau Jawa dan Bali. Siswa diajak memahami bahwa setiap ukiran di dinding candi memiliki makna sejarah yang sangat mendalam. Selain bangunan, mereka juga belajar tentang prasasti dan kitab kuno yang menjadi sumber sejarah tertulis. Hal ini bertujuan agar siswa menghargai kerja keras nenek moyang dalam membangun peradaban yang besar.


Diskusi berlanjut dengan mengenalkan sosok raja-raja terkenal yang pernah memimpin kerajaan-kerajaan Hindu tersebut. Salah satu nama yang paling menarik perhatian siswa adalah Raja Mulawarman dari Kerajaan Kutai yang dikenal sangat dermawan. Ibu Nurma menceritakan kisah kedermawanan sang raja yang menyedekahkan ribuan ekor sapi kepada para brahmana. Para siswa tampak terpukau mendengar kepemimpinan raja yang sangat memperhatikan kesejahteraan rakyat dan tokoh agama. Kisah ini diharapkan dapat menginspirasi siswa tentang nilai-nilai kebaikan dan kepemimpinan yang jujur.


Selain Raja Mulawarman, materi juga mencakup kejayaan Raja Purnawarman dari Kerajaan Tarumanegara yang berada di Jawa Barat. Siswa mempelajari bagaimana Raja Purnawarman sangat peduli terhadap pengairan dan kesejahteraan petani di wilayahnya. Beliau dikenal karena memimpin proyek penggalian sungai untuk mencegah banjir serta membantu irigasi sawah. Melalui kisah ini, siswa belajar bahwa seorang pemimpin harus memiliki visi yang kuat untuk membantu masyarakat. Ibu Nurma menekankan pentingnya pengabdian kepada sesama sebagaimana yang dicontohkan oleh raja-raja besar tersebut.


Tak lupa, pembahasan menyentuh masa keemasan Kerajaan Kediri yang dipimpin oleh Raja Jayabaya yang terkenal dengan ramalannya. Ibu Nurma menjelaskan bahwa pada masa itu, karya sastra dan seni mengalami perkembangan yang sangat pesat. Siswa diajak mengenal kitab-kitab kuno yang ditulis oleh para pujangga ternama pada zaman kerajaan Hindu tersebut. Informasi ini membuka wawasan siswa bahwa Indonesia telah memiliki tradisi literasi yang kuat sejak ribuan tahun lalu. Keberagaman pencapaian di masa lalu membuktikan bahwa bangsa ini adalah bangsa yang cerdas dan kreatif.


Selama proses pembelajaran, Ibu Nurma Syafrida menggunakan metode belajar kelompok untuk meningkatkan kerjasama antar siswa. Setiap kelompok diminta untuk mendiskusikan salah satu peninggalan sejarah dan mempresentasikannya di depan kelas. Metode ini terbukti efektif membuat siswa lebih aktif dan tidak merasa bosan selama jam pelajaran berlangsung. Siswa saling bertukar informasi dan membantu rekan sekelompoknya yang mengalami kesulitan memahami materi. Kerja tim ini juga melatih keberanian siswa untuk berbicara di depan umum dengan penuh rasa percaya diri.


MIN 9 Langkat sangat mendukung inovasi pembelajaran yang dilakukan oleh para guru di kelas. Kepala sekolah berharap kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan akan sejarah bangsa. Mempelajari sejarah bukan hanya tentang menghafal tahun dan nama, tetapi juga mengambil pelajaran hidup dari masa lalu. Lingkungan sekolah yang kondusif turut membantu siswa dalam menyerap setiap informasi yang diberikan oleh bapak dan ibu guru. Keberhasilan pembelajaran IPAS kali ini menjadi bukti bahwa materi sejarah bisa disampaikan dengan cara yang kreatif.


Kegiatan belajar mengajar ini diakhiri dengan sesi kuis interaktif yang diikuti oleh seluruh siswa kelas IV-A dengan penuh tawa. Siswa yang berhasil menjawab pertanyaan tentang nama raja dan peninggalan kerajaan mendapatkan apresiasi kecil dari Ibu Nurma. Raut wajah bahagia terpancar dari para siswa saat pelajaran ditutup dengan doa bersama di akhir kelas. Mereka pulang dengan membawa pengetahuan baru yang sangat berharga mengenai akar budaya bangsa Indonesia yang besar. Harapannya, semangat belajar ini terus terjaga untuk menghadapi materi-materi menarik lainnya di pertemuan mendatang. (Fr)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siswa MIN 9 Langkat Semangat Ikuti Senam Pagi Bersama Ibu Roys Afreni

Potret Siswa MIN 9 Langkat laksanakan Senam Pagi Bersama, Kamis (15/1/2026). Langkat (Humas) - Seluruh siswa MIN 9 Langkat berkumpul di lapangan utama untuk melaksanakan kegiatan senam pagi bersama pada Kamis, 15 Januari 2026. Udara pagi yang segar menambah semangat para siswa untuk memulai aktivitas fisik sebelum masuk ke ruang kelas. Kegiatan rutin ini menjadi agenda penting sekolah untuk menjaga kesehatan dan kebugaran seluruh warga madrasah. Sejak bel berbunyi, barisan siswa telah tertata rapi sesuai dengan tingkatan kelas masing-masing. Suasana ceria dan penuh energi mewarnai persiapan olahraga bersama di pagi hari tersebut. Kegiatan senam pagi kali ini dipimpin langsung oleh salah satu guru MIN 9 Langkat, Ibu Roys Afreni, M. Pd. Beliau berdiri di depan barisan untuk memberikan instruksi serta contoh gerakan yang benar kepada para siswa. Dengan penuh semangat, Ibu Roys mengajak seluruh peserta untuk menggerakkan badan mengikuti irama musik yang diputar. Kehadiran beliau sebagai in...

Tingkatkan Kedisiplinan Beribadah, MIN 9 Langkat Galakkan Salat Zuhur bagi Siswa

Potret Siswa Kelas IV-B MIN 9 Langkat Salat Zuhur Berjamaah, Selasa (21/7). Langkat (Humas) — Selasa (21/7/2026). Siswa-siswi Kelas IV-B Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 9 Langkat secara konsisten menggiatkan kegiatan salat Zuhur, baik secara berjamaah maupun mandiri, langsung dari dalam ruang kelas mereka. Kegiatan pembiasaan ibadah ini dilaksanakan setiap hari di sela-sela jam istirahat atau sebelum penutupan kegiatan belajar mengajar. Langkah ini bertujuan untuk menanamkan nilai kedisiplinan beribadah tepat waktu kepada seluruh peserta didik sejak usia dini. Pelaksanaan salat di dalam ruang kelas dilakukan dengan cara menata ulang meja dan kursi belajar untuk sementara waktu agar dapat membentang sajadah. Pihak madrasah memanfaatkan ruang kelas secara optimal agar seluruh siswa dapat beribadah dengan tenang dan nyaman. Skema ini terbukti efektif menjaga ketertiban serta efisiensi waktu belajar para siswa. Dalam pelaksanaannya, para siswa membagi peran secara bergantian sebagai iqama...

MIN 9 Langkat Gelar Istighosah Bersama Untuk Negeri

Dokumentasi MIN 9 Langkat Gelar Istighosah Bersama Untuk Negeri, Kamis (04/09/2025). Langkat (Humas) - Pada Kamis (04/09/2025), MIN 9 Langkat melaksanakan kegiatan Istighosah dengan penuh khidmat. Doa-doa dipanjatkan agar bangsa dan negara Indonesia senantiasa diberi keamanan, ketentraman, serta perlindungan oleh Allah SWT. Suasana khusyuk menyelimuti seluruh peserta, mulai dari guru hingga para siswa yang dengan penuh ketulusan memanjatkan doa untuk negeri tercinta. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda nasional Kementerian Agama Republik Indonesia dengan tajuk “Do’a Bersama untuk Negeri”. Acara tersebut digelar secara serentak di seluruh satuan kerja di bawah naungan Kementerian Agama se-Indonesia pada hari yang sama. Hal ini menegaskan kebersamaan dan kesatuan seluruh insan Kemenag dalam memohon keberkahan bagi bangsa. Di MIN 9 Langkat, pelaksanaan istighosah berlangsung dengan suasana yang sangat religius. Bacaan dzikir bersama dan ayat-ayat suci Al-Qur’an mengiringi lantunan ...